Dalam Rakernas LDII, Prabowo : kemakmuran rakyat adalah tujuan utama bangsa ini

Prabowo Subianto  memaparkan pandangannya dalam Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin Jakarta, Kamis (11/10)

Prabowo Subianto memaparkan pandangannya dalam Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin Jakarta, Kamis (11/10)

Padang, (LDII Sumbar) – Prabowo Subianto mengatakan kemakmuran rakyat Indonesia adalah tujuan utama bangsa ini, kata dia dalam Rakernas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin Jakarta, Kamis (11/10).

Ia menjelaskan dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pasal 33 tergambar jelas tujuan tersebut dan ini merupakan solusi dari seluruh persoalan bangsa saat ini.

Prabowo mencontohkan seandainya warga LDII dapat menanam singkong dan mampu menghasilkan 100 kilogram singkong. Apabila mereka mampu menanam 100 pohon bisa memperoleh hasil 1.000 kg.

Kemudian singkong-singkong ini dapat diubah menjadi etanol dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar.

“Saya yakin negara kita mampu berdiri di atas kaki sendiri. Negara kita sangat kaya. Negara yang berpijak pada kepentingan nasional, kepentingan rakyat Indonesia itu yang kita utamakan,” kata Prabowo.

Ketua Umum LDII Prof Abdullah Syam memberikan buku kepada Capres Nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam Rakernas LDII.

Ketua Umum LDII Prof Abdullah Syam memberikan buku kepada Capres Nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam Rakernas LDII.

Setelah, Rakernas LDII dibuka oleh Presiden Jokowi pada hari pertama (10/10). Pada hari kedua Prabowo Subianto memberikan pandangannya terhadap persoalan bangsa kepada 1.500-an peserta Rakernas LDII.

Prabowo memberikan pembekalan kepada peserta Rakernas LDII. Dalam kesempatan itu, Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam memaparkan fokus kegiatan LDII, yang sekaligus menjadi aspirasi warga LDII untuk dijadikan program pembangunan para capres.

Dalam pemaparannya, Prabowo menukil buku yang ia tulis berjudul ‘Paradoks Indonesia: Negara Kaya Raya, Tetapi Masih Banyak Rakyat Hidup Miskin’. Dirinya menyebut kekayaan alam tidak dapat mensejahterakan rakyat, karena elit politik lebih mementingkan kepentingannya sendiri, di atas kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan rakyat.

“Seluruh mineral yang ada untuk mendukung Indonesia sebagai negara industri terdepan, namun semua bahan-bahan itu justru diekspor. Orang-orang hebat di Indonesia tak dimanfaatkan kemampuannya sehingga negara ini rugi. Kita terus hidup dari utang dan elit politik menyatakan hal itu biasa,” ujar calon presiden nomor urut 02 tersebut.

Prabowo menjelaskan elit politik yang dimaksudnya adalah siapa saja yang menjadi pimpinan, termasuk dirinya. Ia mengakui dirinya juga pernah menjadi bagian yang negara ini ketika menerapkan ekonomi neoliberal. Namun dampak buruk dari ekonomi neoliberal menyadarkannya, bahwa kekayaan yang dimiliki oleh segelintir orang tidak akan menetes kepada orang lain, sebagaimana keyakinan penganut neoliberal.

Neoliberal sangat menarik bagi negara kaya, namun menurutnya, membuat kesenjangan kesejahteraan antara yang miskin dan kaya.

“Dolar naik dari Rp10.000 menjadi Rp15.000, artinya kita rugi Rp5.000. Kerja keras upah tetap namun nilainya berkurang. Artinya kita makin miskin. Inilah akibat dari neoliberalisme. Negara pun hidup dari utang,” ujar Prabowo.

Capres Prabowo Subianto menerima cinderamata dari Ketua Umum LDII Prof Abdullah Syam dalam Rakernas LDII di Jakarta.

Capres Prabowo Subianto menerima cinderamata dari Ketua Umum LDII Prof Abdullah Syam dalam Rakernas LDII di Jakarta.

Neoliberal, lanjutnya menyebabkan segelintir orang menguasai sumberdaya yang besar, “Rasio Gini 45,4 artinya satu persen orang menguasai 45 persen sumber daya. Di bidang pertanahan menurut data Walhi, tanah di Indonesia banyak dikuasai swasta. Rasio Gini tanah mencapai 80, yang artinya satu perseb orang menguasai 80 persen tanah di Indonesia,” ujar Prabowo.

Selain itu kini negara-negara maju seperti AS justru menolak neoliberalisme. Setelah kalah dengan ekonomi Tiongkok, AS tidak mengakui lagi pasar bebas.

Ia mencontohkan Amerika Serikat yang memiliki semboyan “America Great Again!” yang memproteksi sumberdaya alam dan penyediaan lapangan kerja untuk rakyat AS.

Menurut Prabowo, dirinya tidak membenci swasta, namun negara harus lebih berperan. Selama 73 tahun merdeka, neraca perdagangan Indonesia hingga 2012 menguntungkan Indonesia. Hanya saja US$ 300-an miliar uang swasta tak masuk lagi ke Indonesia. Tapi disimpan di luar negeri.

Sementara Ketua Umum LDII Prof Abdullah Syam mengatakan LDII terdapat di 34 provinsi dan 514 DPD kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

“Jumlah pesantren kami sejumlah DPD kabupaten/kota. Para dai kami berdakwah hingga ke Australia, Asia, Eropa, hingga Kongo,” katanya

Dirinya berharap para peserta Rakernas yang berjumlah 1.500 orang ini dapat mendengar pemaparan Prabowo, mengenai tantangan yang dihadapi bangsa sekaligus solusi.

Menurut dia Rakernas ini merupakan corong aspirasi warga LDII untuk memberi masukan kepada para capres. Dan LDII juga membutuhkan berbagai masukan dari para capres.

         

Similar posts

No Comments Yet

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>