DPW LDII Sumbar kirim 23 delegasi hadiri Rakernas

Sekretaris DPW LDII Sumatera Barat M Ari Sultoni SH MH tengah memimpin rapat bidang dalam Rakernas LDII di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin Jakarta 10-11 Oktober 2018.

Sekretaris DPW LDII Sumatera Barat M Ari Sultoni SH MH tengah menyampaikan laporan kegiatan DPW LDII Sumbar dalam Rakernas LDII di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin Jakarta 10-11 Oktober 2018.

Padang, (LDII Sumbar) – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sumatera Barat mengirimkan 23 delegasi mengikuti Rakernas yang digelar di Pondok Pesantren Minhajurosyidin Jakarta 10-11 Oktober 2018.

Wakil Ketua DPW LDII Sumbar Gustav mengatakan delegasi yang dikirim tersebut terdiri dari unsur dewan penasehat, pengurus DPW Sumbar dan Ketua DPD kota dan kabupaten di Sumatera Barat.

“Total delegasi yang ditunjuk sekitar 23 orang yang mengikuti rangkaian acara dan pembekalan dari tokoh nasional seperti Presiden Joko Widodo dan calon presiden Prabowo Subianto,” kata dia.

Foto bersama delegasi DPW LDII Sumatera Barat dalam Rakernas LDII

Foto bersama delegasi DPW LDII Sumatera Barat dalam Rakernas LDII

Selain itu, dalam Rakernas para peserta akan diberikan wawasan organisasi, ilmu pengetahuan terbaru baik di bidang teknologi, ekonomi, wawasan organisasi dan lainnya.

Banyak hal yang dapat dipelajari mulai dari penguatan ekonomi syariah yang dimulai dari BMT, koperasi, Usaha Bersama (UB) dan lainnya

“Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti rakngkaian kegiatan dan mampu menyerap wawasan yang telah diberikan dan dapat mempraktikkan di daerah masing-masing,” kata dia.

Sebelumnya Ketua Umum LDII Prof Abdullah Syam mengatakan dalam Rakernas, LDII mengusulkan delapan bidang pembangunan yang bisa dijadikan titik fokus pembangunan nasional kepada pemerintah.

Ia menjelaskan kedelapan bidang itu, pertama, yakni penguatan wawasan kebangsaan (Bidang Kebangsaan) yakni menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI. Inilah yang menjadi payung dalam pembangunan.

Delegasi DPW LDII Sumatera Barat berfoto bersama Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam Rakernas LDII di Jakarta

Delegasi DPW LDII Sumatera Barat berfoto bersama Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dalam Rakernas LDII di Jakarta

Kedua, bidang dakwah, LDII dalam dakwahnya fokus dalam membentuk manusia yang profesional religius, yakni masyarakat yang memiliki sikap profesional dan dilandasi dengan religiusitas. Mereka bisa berprofesi apa saja namun juga memiliki religiusitas yang tinggi.

Ketiga, bidang pendidikan, LDII berkomitmen mendirikan sekolah-sekolah yang mendukung terciptanya generasi yang Tri Sukses, yakni generasi yang memiliki kepahaman agama yang kuat, memiliki akhlak yang mulia, dan mandiri. Sekolah-sekolah di LDII umumnya digabungkan dengan pesantren-pesantren.

Keempat, bidang ekonomi syariah, untuk penguatan ekonomi kerakyatan dengan memelopori koperasi syariah, BMT, dan Usaha Bersama (UB).

Kelima, bidang kesehatan dan herbal, DPP LDII mendorong warga LDII memanfaatkan obat-obatan herbal sebagai alternative pengobatan. Hal ini dilakukan untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat jasmani dan rohani. Obat herbal juga membantu masyarakat saat harga-harga obat menjadi mahal.

Keenam, bidang ketahanan pangan, LDII mendorong para petani menggunakan teknologi tepat guna, manajemen pertanian/pangan, dan penggunaan bibit unggul. LDII mendorong warganya untuk melakukan konsumsi dan produksi berkelanjutan dengan target zero waste. Di pesantren LDII, air wudhu digunakan untuk memelihara lele dan menyiram tanaman pangan, untuk dikonsumsi para santri. Di tingkat rumah tangga, sampah organik digunakan untuk pupuk tanaman. Serta mendaur ulang sampah-sampah dalam bank sampah maupun dimanfaatkan kembali agar memiliki nilai ekonomi.

Ketujuh, bidang energi terbarukan, LDII mendukung pemerintah dalam mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan menggunakan energi terbarukan hingga 7 persen pada 2019 dan 23 persen pada 2024. Pesantren di lingkungan LDII telah menggunakan pembangkit listrik tenaga surya dan dalam skala industri, warga LDII memanfaatkan mikrohidro.

Kedelapan, menyambut era industri 4.0, LDII telah menyiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi digital. Warga LDII telah menggunakan digital printing, kecerdasan artifisial, dan berbagai software untuk memudahkan pekerjaan dan transaksi. LDII juga membekali warganya dengan etika media sosial dan pelatihan jurnalistik, untuk menghindari hoax dan menyebarkan informasi yang positif.

         

Similar posts

No Comments Yet

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>