LDII DORONG GENERASI MUDA PERSIAPKAN DIRI HADAPI REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Ketua DPD LDII Kota Padang Ir H Gustav memberikan arahan kepada generasi muda dalam kegiatan Perkemahan Akhir Tahun (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI) 2018 di Kota Padang, Sumatera Barat

Ketua DPD LDII Kota Padang Ir H Gustav memberikan arahan kepada generasi muda dalam kegiatan Perkemahan Akhir Tahun (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI) 2018 di Kota Padang, Sumatera Barat (Ist)

Padang, (1/8) – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Padang mendorong generasi muda mempersiapkan diri mereka dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dengan cara meningkatkan kompetensi di bidang ilmu pengetahuan dan ilmu agama.

Hal ini disampaikan Ketua DPD LDII Kota Padang Gustav, menurut dia peningkatan kompetensi bidang ilmu pengetahuan harus diikuti dengan pemahaman agama yang kuat sehingga ketika generasi muda dalam berkarir akan menjadi seorang yang profesional religius.

“Apabila saat ini mereka fokus belajar ilmu pengetahuan yang serba digital dan mengabaikan ilmu agama, maka akan muncul seorang profesional tanpa moral sehingga rentan terjadi tindakan buruk seperti korupsi dan lainnya,” kata dia

Salah satu pembinaan yang dilakukan DPD LDII kepada generasi muda adalah Perkemahan Akhir Tahun (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI) 2018 yang digelar di Masjid Miftahul Huda Kelurahan Koto Panjang Ikur Koto (KPIK) Kecamatan Koto Tangah Kota Padang 26 hingga 29 Juli 2018.

Kegiatan ini diikuti oleh 150 orang generasi muda yang terdiri dari pelajar tingkat SMP, SMA dan perguruan tinggi.

Menurut dia program Permata Cinta Alam Indonesia ini bertujuan untuk membentuk karakter generasi penerus memiliki sikap yang dapat menerima dan menghargai perbedaan, peduli terhadap lingkungan dan mencintai NKRI.

“Program ini kita ramu sedemikian rupa sehingga peserta akan memiliki rasa kekeluargaan, kerukunan, cinta, kasih sayang sesama manusia, terhadap alam dan juga lingkungan,” kata dia.

Selain itu program ini juga bertujuan melakukan kaderisasi terhadap generasi muda karena mereka yang akan melanjutkan fungsi organisasi ke depannya.

Dengan penguatan dan pembentukan generasi muda menjadi seorang profesional religius akan mempermudah mereka dalam menghadapi era revolusi industri tahap empat ini.

Menurutnya, saat ini negara Indonesia telah dikepung persoalan besar seperti korupsi dan narkoba. Korupsi terjadi di segala tingkatan di lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, hingga masyarakat.

“Hal ini tentu memberikan pengaruh negatif terhadap pembangunan bangsa Indonesia,” katanya.

Selain itu masalah besar yang menjadi musuh bersama adalah narkoba, dengan adanya pembinaan preventif, pencegahan terhadap generasi muda.

“Kita berharap dengan upaya menjaga lingkungan secara bersama-sama dapat meminimalkan terjadinya penyalahgunaan narkoba,” katanya.

         

Similar posts

No Comments Yet

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>