Rakernas LDII usulkan delapan bidang pembangunan

Ketua Umum LDII Prof Abdullah Syam mendampingi Presiden Joko Widodo melihat delapan bidang pembangunan yang telah dimulai oleh warga LDII

Ketua Umum LDII Prof Abdullah Syam mendampingi Presiden Joko Widodo melihat delapan bidang pembangunan yang telah dimulai oleh warga LDII

Padang (LDII Sumbar) – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengusulkan delapan bidang pembangunan yang dapat dijadikan titik fokus pembangunan nasional kepada pemerintah.

Ketua Umum LDII Prof Abdullah Syam mengatakan pihaknya mengusulkan hal ini kepada pemerintah karena LDII telah melaksanakan delapan bidang pembangunan tersebut

Ia merinci delapan bidang pembangunan tersebut yaitu pertama penguatan wawasan kebangsaan dengan cara menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

“Inilah yang menjadi payung dalam pembangunan,” kata dia.

Kedua, dalam bidang dakwah LDII fokus membentuk manusia yang profesional religius. Profesional religius itu yaitu masyarakat yang memiliki sikap profesional dan dilandasi dengan religiusitas. “Mereka bisa berprofesi apa saja namun juga memiliki religiusitas yang tinggi,” katanya.

Ketiga, bidang pendidikan, LDII berkomitmen mendirikan sekolah-sekolah yang mendukung terciptanya generasi yang “Tri Sukses” yakni generasi yang memiliki kepahaman agama yang kuat, memiliki akhlak yang mulia, dan mandiri. Sekolah-sekolah di LDII umumnya digabungkan dengan pesantren-pesantren.

Keempat, bidang ekonomi syariah, untuk penguatan ekonomi kerakyatan dengan mempelopori koperasi syariah, BMT, dan Usaha Bersama (UB).

Kelima, bidang kesehatan dan herbal, DPP LDII mendorong warga LDII memanfaatkan obat-obatan herbal sebagai alternative pengobatan. Hal ini dilakukan untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat jasmani dan rohani. Obat herbal juga membantu masyarakat saat harga-harga obat menjadi mahal.

Keenam, bidang ketahanan pangan, LDII mendorong para petani menggunakan teknologi tepat guna, manajemen pertanian/pangan, dan penggunaan bibit unggul. LDII mendorong warganya untuk melakukan konsumsi dan produksi berkelanjutan dengan target zero waste.

Menurut dia di di pesantren LDII, air wudhu digunakan untuk memelihara lele dan menyiram tanaman pangan, untuk dikonsumsi para santri. Di tingkat rumah tangga, sampah organik digunakan untuk pupuk tanaman. Serta mendaur ulang sampah-sampah dalam bank sampah maupun dimanfaatkan kembali agar memiliki nilai ekonomi.

Ketujuh, bidang energi terbarukan, LDII mendukung pemerintah dalam mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan menggunakan energi terbarukan hingga 7 persen pada 2019 dan 23 persen pada 2024.

“Pesantren di lingkungan LDII telah menggunakan pembangkit listrik tenaga surya dan dalam skala industri, warga LDII memanfaatkan mikrohidro,” kata Abdullah.

Kedelapan, menyambut era industri 4.0, LDII telah menyiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan untuk memanfaatkan teknologi digital. Warga LDII telah menggunakan digital printing, kecerdasan artifisial, dan berbagai software untuk memudahkan pekerjaan dan transaksi. LDII juga membekali warganya dengan etika media sosial dan pelatihan jurnalistik, untuk menghindari hoax dan menyebarkan informasi yang positif.

         

Similar posts

No Comments Yet

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>